Kana terkadang dibuang sekaligus Isimnya apabila terletak setelah In atau Lau (إِنْ/لو) Syartiyah :
قال ابن مالك وَيَحْذِفُوْنَهَا وَيُبْقُوْنَ الْخَبَر # وَبَعْدَ إِنْ وَلَوْ
كَثِيْرَاً ذَا اشْتَهَرْ
Mereka “Orang Arab”, membuang kaana berikut isimnya dan hanya menyisakan khobar.
Demikian ini sering terjadi yaitu ketika Kana berada setelah “Huruf In (إن) Syarthiyah” atau “lau (لَوْ) syarthiyah”.
Contoh:
كُلٌّ يُحَاسَبُ عَلى عَمَلِهِ، إِنْ خَيْرًا فَخَيْرٌ وَإِنْ شَرًّا فَشَرٌّ
Semua akan diperhitungkan atas ‘amalnya, apabila (amalnya) baik maka balasanya baik, apabila (amalnya) jelek maka balasanya jelek.
Apabila ditampakan: إِنْ كَانَ عَمَلُهُ خَيْرًا فَجَزَاؤُهُ خَيْرٌ وَإِنْ كَانَ عَمَلُهُ شَرًّا فَجَزَاؤُهُ شَرٌّ
Tidak ada komentar:
Posting Komentar